Tempat-tempat paling menakjubkan di Dataran Tinggi Dieng

Welcome

Dataran Tinggi Dieng

Dataran Tinggi Dieng menawarkan Alam pegunungan yang cantik, lengkap dengan telaga-telaga, mata air, kawah-kawah dan candi kuno beraliran hindu. Terletak pada ketinggian 2000 mdpl Dataran Tinggi Dieng adalah tujuan wisata alam terpopuler di tanah jawa, kekayaan alam dan keunikan budaya menjadi suguhan utama bagi wisatawan.

Sejuknya hawa udara Dataran Tinggi Dieng akan memberikan ritme suasana tenang dan damai. Merupakan satu kesempatan yang paling sempurna untuk bisa mengunjungi Dieng, yang disebut-sebut sebagai negeri di atas awan.

Dibawah ini merupakan ulasan TOP Destinasi Dataran Tinggi Dieng, sebagai tempat wisata yang paling banyak diminati dan dikunjungi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

TOP Destinasi

agrowisata tambibima lukar
Agrowisata Tambi
Tuk Bima Lukar
candi-diengtelaga cebong
Candi Dieng
Telaga Cebong
Gardu PandangGoa Dieng
Gardu Pandang Tieng
Goa-goa Dieng
KaliangetKawah Sikidang
Pemandian Air Panas Kalianget
Kawah Sikidang
Telaga MenjerMerdada
Telaga Menjer
Telaga Merdada
SembunganSikarim
Desa Wisata Sembungan
Curug Sikarim
Sumur JalatundaSunrise Dieng
Sumur Raksasa Jalatunda
Sunrise Dieng
Dieng TheaterTelaga Warna Dieng
Dieng Plateau Theater
Telaga Warna
Museum KailasaTelaga Pengilon
Museum Purbakala Kailasa
Telaga Pengilon

Gunung Prau

Gunung Prau menjadi satu-satunya gunung di Dataran Dieng yang menjangkau ke wilayah Kabupaten Kendal, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Batang dan Kabupaten Banjarnegara. Gunung Prau masih perawan maka jika ingin merengkuhnya dibutuhkan fisik prima dan persiapan matang. Jalur pendakian yang terjal dan medan berat menjadi tantangan tersendiri.

Disepanjang jalur ini wisatawan di hadang oleh semak berduri yang merambat melintang disepanjang jalan setapak. Untuk mencapai puncaknya dibutuhkan sedikitnya 2 jam perjalanan. Disepanjang jalur Gunung Prau beragam bunga hutan seperti misalnya bunga Eidelweis,Cantigi, Blue Berry, Strawberri tumbuh lebat dan memanjakan mata.

Gangsiran aswotomo

Gangsiran Aswotomo adalah sebuah lubang yang menjadi saluran air pada zaman purba dan dibangun sebelum pembangunan candi yang usianya ratusan tahun silam. Keberadaan saluran air menunjukkan bahwa dataran di sekitar percandian dulunya adalah lahan basah berupa telaga atau rawa-rawa. Gangsiran Aswatama berfungsi untuk mengalirkan air dari dataran sehingga menjadi kering.

Di obyek wisata ini terdapat sumber air yang dikenal oleh penduduk setempat Sendang Sedayu. Berukuran 1x2 meter, sendang ini berbentuk empat persegi panjang yang tersusun dari batu. Bentuk tinggalan semacam ini belum diketahui apakah sudah seusia candi dan Gangsiran Aswotomo atau baru dibentuk orang pada masa kemudian dengan memanfaatkan batu-batu candi. Melihat gangsiran aswotomo sama dengan melihat tuk purba yang menjadi penanda mata air di Dieng.

Soeharto Witlem

Di situs ini ada sebuah prasasti yang menerangkan bahwa pada 6 September 1974 di pendopo kecil, tempat di tengah-tengah dataran tinggi Dieng, Perdana Menteri Australia Gough Whitlam mengadakan pembicaraan lanjutan dengan tuan rumah Presiden Soeharto, sambil beristirahat sejenak setelah berkelilingi mengunjungi obyek wisata di tempat itu. Satu topik yang diperbincangkan oleh kedua sahabat itu adalah nasib koloni Portugal di dalam wilayah Indonesia, yaitu Timor Timur.

Situs ini menjadi sangat legendaris di Dataran Tinggi Dieng hingga sekarang karena menjadi satu-satu penanda sebuah rezim yang pernah berkuasa lebih dari 30 tahun. Jika Soeharto masih hidup situs ini pasti akan lebih populer dari situs-situs modern yang pernah dibangun di Indonesia. Wisatawan bisa beristirahat dan berlibur di pendopo ini sambil membayangkan bagaimana Soeharto dulu istirahat disana.

Telaga Sewiwi

Telaga Sewiwi terletak di Desa Wisata Kepakisan, Banjarnegara yang bentuknya menyerupai sayap burung sering dijadikan rujukan wisatawan. Di Telga ini paling cocok untuk menikmati udara segar sore hari bersama keluarga.

Pantulan cahaya di telaga ini menyejukkan hati. Bagi anda yang mempunyai hobi memancing di telaga ini cukup cocok untuk kegiatan itu. Oleh sebagian orang telaga ini untuk wisata sunyi pada malam hari.

Kawah Candradimuka

Kawah Candradimuka yang terletak di desa Pekasiran Kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara mempunyai kelebihan dari kawah-kawah lain. Kawah ini berada di atas bukit dikelilingi pemandangan lembah alami yang indah khas Dieng.

Kawah ini termasuk Kawah Aktif karena dari dalamnya masih sering muncul semburan gas yang tetap aman bagi wisatawan. Kondisi kawah yang luas memudahkan pengunjung untuk melihat pemandangan para petani bercocok tanam di sekitarnya.

Sendang Sedayu

Sendang Sedayu atau Sendang Maerokoco merupakan obyek wisata sumur berbentuk segi empat, dengan tumpukan batu yang tertata rapi. Tinggi permukaan airnya hanya satu meter dari permukaan tanah namun di sendang ini airnya tak pernah kering meski pada musim kemarau sekalipun.

Air dari sumur ini biasa digunakan untuk mencuci rambut saat ritual cukur rambut anak-anak gimbal di Dataran Tinggi Dieng. Sendang sedayu juga airnya selalu jernih layaknya air olahan pabrik.

Sungai Serayu

Sungai serayu menjadi salah satu sungai di Jawa Tengah yang dikenal deras alirannya. Sungai ini terletak di lereng Gunung Sindoro, Sumbing, Prahu, Bismo dan di lereng pegunungan Telomoyo, Tampomas serta Songgoriti.

Di sungai ini wisatawan juga bisa uji nyali dengan terjun arung jeram atau rafting di sepanjang sungai Serayu yang berbatasan antara Wonosobo-Banjarnegara. Anda juga bisa mengambil rute pendek sepanjang 20 kilometer hingga rute panjang 45 kilometer. Seakan menjadi takdir, sungai serayu juga menjadi lumbung kehidupan para warga yang memanfaatkan kualitas pasir dan batu yang masih melimpah.

Pemandian Air Bitingan

Obyek wisata sumber air panas di Dukuh Bitingan, Desa Wisata Kepakisan Banjarnegara. Untuk menuju pada kanan kirinya anda dapatmelihar pemandangan beberapa sumur bor Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi dengan pipa-pipa penghubung raksasa yang menghadirkan suasana lain dari perjalanan wisata anda.

Mata air di Dukuh Bitingan tersebut jernih dan selalu hangat yang mampu melancarkan peredaran darah dan kebugaran tubuh. Sebagaian penduduk memanfaatkan air hangat di salurkan melalui pipa-pipa ke rumah penduduk sekitar.

Pos Gunung Api

Pengamatan Gunung Api ini Dieng menjadi tempat utama untuk memantau aktifitas gunung api yang ada di kawasan Dieng. Pos ini dijadikan rujukan saat gunung-gunung api yang ada aktif dan mengeluarkan gas beracun.

Pos ini telah dilengkapi dengan peralatan yang cukup modern yang jika ada kejadian langsung terkoneksi dengan pusat vulkanologi di Bandung. Tempat ini sering digunakan sebagai wisata pendidikan oleh para pelajar maupun Mahasiswa yang menyelesaikan tugas akhir.

Darmasala

Darmasala merupakan situs kuno yang ada di Dieng. Darmasala letaknya masih berada di komplek Candi Arjuna. Darmasala yaitu terdiri dari gugusan bekas bangunan yang dahulunya diprediksi oleh ahli sejarah sebagai tempat pendidikan dan asrama perguruan untuk menuntut ilmu umat Hindu.

Darmasalah juga dipercaya sebagai rumah singgah sebelum umat menghadap sang guru atau bagi para peziarah yang datang ke Dataran Tinggi Dieng. Sisa-sisa peradaban masa lampau itu masih dapat di saksikan di sebelah kiri dan kanan jalan setapak menuju komplek candi Arjuna.

Pertapaan mandalasari

Pertapaan mandalasari letaknya di sebuah pulau kecil diantara Telaga warna dan telaga Pengilon. Ditempat yang suasana mistisnya masih sangat terasa ini terdapat 3 buah Gua yaitu Gua Semar, Gua Sumur dan Gua Jaran.

Tempat ini di namakan Pertapaan Mandalasari karena sering dibuat bertapa sejumlah orang sejak dulu. Di dalam Gua Sumur terdapat Mata Air suci yang oleh para pemeluk agama Hindu disebut Tirta Perwitasari dan umat Hindu dari Bali sering mengadakan upacara ritual yang disebut Muspe atau Medhak Tirta. Mandalasari adalah pertapaan utama yang menjadi peninggalan obyek ritual di kebudayaan Dieng.

Ondho Budho

Ondho budho merupakan jalan setapak yang tersusun dari batu sepanjang 200 meter. Pada waktu itu jalan setapak dan tangga ini dipergunakan untuk jalan menuju Dataran Tinggi Dieng.

Jika wisatawan sudah sampai puncak ondo budho maka pada kanan kirinya dapat disaksikan sejumlah tanaman khas Dieng seperti carica dan terong belanda yang hidup subur. Di puncak itu pulalah wisatawan juga bisa mendapati keindahan duo matahari yang terbit saat pagi dan sore hari.

Monumen Legentang

Monumen legentang ada di Dukuh Legentang yang menjadi penanda dahsyatnya musibah longsor yang menimpa masyarakat saat itu. Dahulunya masyarakat dukuh Legetang adalah petani-petani yang sukses sehingga kaya.

Monumen ini seakan bercerita dan memberi kabar bahwa di lembah pegunungan Dieng mempunyai riwayat longsor hingga hari ini dan masyarakat bisa memetik pelajaran agar selalu bersahabat dengan alam. Monumen legentang adalah sisa kejayaan petani di Kawasan Dataran Tinggi Dieng.

Telaga Warna

2013

Candi Dieng

2013

Sikunir

2013